//
you're reading...
Paper

MEMBACA SEBAGAI BAGIAN PEMBELAJARAN TUGAS MEMBACA BAHASA BALI I

MEMBACA SEBAGAI BAGIAN PEMBELAJARAN

TUGAS MEMBACA BAHASA BALI I

 

 Untuk Lebih lengkapnya, bisa di baca n klik  blogger ini Ilmuhamster.blogspot.com

 

 

 

 

 

Nama Kelompok:

 

  1. 1.     NI WAYAN DEWIK EKAYANI             (2009.II.2.0347)
  2. 2.     NI KADEK SUDARWATI                      (2009.II.2.0318)
  3. 3.     NI GST AYU KETUT MURNIASIH      (2009.II.2.0336)
  4. 4.     NI PUTU RIKA SUSANTI                      (2009.II.2.0346)

 

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA

INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(IKIP) PGRI BALI

2010

KATA PENGANTAR

 

“Om Swastyastu”

Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas berkat rahmatnyalah kami dapat menyelesaikan paper ini yang berjudul ” Membaca Sebagai Bagian Pembelajaran” selesai tepat pada waktunya.

Tentu saja dalam penyelesaian tugas ini kami selaku penulis tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membantu kami sehingga paper ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya.

Kami menyadari paper ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu kami mohon saran dan kritik dari pembaca demi menyempurnakan paper ini di kemudian hari. Atas kritik dan sarannya kami ucapkan terima kasih.

“Om Shantih, Shantih, Shantih Om”

Gianyar,     Juni 2010

Penulis

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………….. ii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………….. 1

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………… 1

1.2 Pokok Masalah…………………………………………………………………………… 2

1.3 Tujuan dan Kegunaan…………………………………………………………………. 2

1.4 Metode Penelitian………………………………………………………………………. 2

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………………….. 3

2.1 Pengertian membaca…………………………………………………………………… 3

2.2 Membaca itu penting………………………………………………………………….. 4

2.3 Proses membaca dan periode membaca…………………………………………. 7

2.4 Jenis-jenis membaca………………………………………………………………….. 10

2.5 Agar anak gemar membaca………………………………………………………… 12

BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………………. 14

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………… 14

3.2 Saran-saran………………………………………………………………………………. 15

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………. 16

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1     Latar Belakang

Meskipun sekarang ini ada puluhan teknik pengajaran bahasa dilontarkan dan dikenalkan oleh para pakar pendidikan dan pengajaran bahasa, tampaknya elemen dasar pendidikan bahasa secara tradisional tetap tidak dapat dibuang begitu saja. Elemen dasar seperti mendengarkan, berbicara, membaca, menulis dan seringkali juga menerjemahkan, tetap menjadi bagian tidak terpisahkan dalam teknik pengajaran bahasa yang mana saja.

Para guru, instruktur, dosen, dan bahkan guru besar boleh saja menggunakan pendekatan dan teknik terbaru dalam pengajaran bahasa, tetapi tetap saja pengenalan kata, frase, klausa, kalimat, paragraf dan kemudian wacana tidak dapat melepaskan diri dari elemen dasar dan pendekatan tradisional di atas. Begitu juga dengan penilaian yang akan dilakukan untuk menentukan keberhasilan sebuah teknik pembelajaran. Pada dasarnya penilaian yang dilakukan pun tidak dapat dilepaskan dari penilaian empat (atau bahkan lima) faktor di atas.

Bagaimana sebuah pendekatan dapat dikatakan berhasil dan berdaya guna kalau unjuk kerja siswa (atau mahasiswa) yang menggunakan pendekatan tersebut tidak mencerminkan kemampuan dasar dalam ranah kegiatan mendengarkan, berbicara, membaca, menulis?

Berikut ini akan dibicarakan salah satu aspek elemen dasar kegiatan pembelajaran bahasa, khususnya yang berhubungan dengan kegiatan membaca, yaitu aspek mekanis kegiatan dan kemampuan membaca. Diharapkan dengan mengenal aspek ini, para instruktur dan tenaga pengajar bahasa pada semua tingkatan dapat mengambil manfaatnya untuk lebih mengoptimalkan usaha mereka dalam membantu seseorang belajar bahasa.

1.2    Pokok Masalah

Adapun yang menjadi pokok masalah dalam paper yang kami tulis ini adalah :

  1. Apa saja pengertian membaca menurut para ahli?
  2. Mengapa membaca itu penting?
  3. Bagaimana proses membaca dan periode membaca?
  4. Apa saja jenis-jenis membaca?
  5. Bagaimana cara menumbuh kembangkan kegemaran membaca anak didik?

1.3    Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dan kegunaan dari pembuatan paper ini antara lain:

  1. Mengetahui pengertian membaca menurut para ahli.
  2. Mengetahui mengapa membaca itu penting.
  3. Memahami proses membaca dan periode membaca.
  4. Mengetahui jenis-jenis membaca.
  5. Memahami cara menumbuh kembangkan kegemaran membaca anak didik.

1.4    Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam paper ini adalah menggunakan metode Studi dokumentasi yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari dan mencatat berbagai informasi mengenai Membaca Sebagai Bagian Pembelajaran dari berbagai sumber, baik dari buku, internet dan yang lainnya.

Dari data-data yang diperoleh tersebut kemudian diolah dan disusun menjadi suatu paper dengan pembagian menjadi tiga bab seperti yang digunakan dalam paper ini.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Membaca

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah dua cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor. Ada beberapa pengertian membaca menurut para ahli seperti dibawah ini:

  1. Menurut Kolker (1983: 3) membaca merupakan suatu proses komunikasi antara pembaca dan penulis dengan bahasa tulis. Hakekat membaca ini menurutnya ada tiga hal, yakni afektif, kognitif, dan bahasa. Perilaku afektif mengacu pada perasaan, perilaku kognitif mengacu pada pikiran, dan perilaku bahasa mengacu pada bahasa anak.
  2. Doglass (dalam Cox, 1988: 6) memberikan definisi membaca
    sebagai suatu proses penciptaan makna terhadap segala sesuatu yang ada dalam lingkungan tempat pembaca mengembangkan suatu kesadaran.
  3. Sejalan dengan itu Rosenblatt (dalam Tompkins, 1991: 267) berpendapat bahwa membaca merupakan proses transaksional. Proses membaca berdasarkan pendapat ini meliputi langkah-langkah selama pembaca mengkonstruk makna melalui interaksinya dengan teks bacaan. Makna tersebut dihasilkan melalui proses transaksional. Dengan demikian, makna teks bacaan itu tidak semata-mata terdapat dalam teks bacaan atau pembaca saja.
  4. Fredick Mc Donald (dalam Burns, 1996: 8) mengatakan bahwa membaca merupakan rangkaian respon yang kompleks, di antaranya mencakup respon kognitif, sikap dan manipulatif. Membaca tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sub keterampilan, yang meliputi: sensori, persepsi, sekuensi, pengalaman, berpikir, belajar, asosiasi, afektif, dan konstruktif. Menurutnya, aktiivitas membaca dapat terjadi jika beberapa sub keterampilam tersebut dilakukan secara bersama-sama dalam suatu keseluruhan yang terpadu.
  5. Syafi’i (1999: 7) juga menyatakan bahwa membaca pada hakekatnya adalah suatu proses yang bersifat fisik atau yang disebut proses mekanis, beberapa psikologis yang berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi.
  6. Adapun Farris (1993: 304) mendefinisikan membaca sebagai pemrosesan kata-kata, konsep, informasi, dan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pengarang yang berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman awal pembaca. Dengan demikian, pemahaman diperoleh bila pembaca mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dengan apa yang terdapat di dalam bacaan.

2.2 Membaca Itu Penting

Membaca merupakan aktivitas yang menyenangkan sekaligus mencerahkan.

Membaca membantu kita lebih berwawasan, sukses, dan hidup lebih baik. Tetapi ternyata kegemaran membaca belum dimiliki mayoritas orang, sebab mereka belum mengerti berjuta manfaat dari membaca. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari membaca, yang mungkin dapat menggugah semangat dan kemauan Anda untuk melahap isi buku-buku bacaan.

1.      Membaca membangun pondasi yang kuat untuk dapat mempelajari dan memahami berbagai disiplin ilmu sekaligus mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

2.      Senang membaca meningkatkan kecerdasan verbal dan lingusitik karena membaca memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata.

3.      Membaca mencegah rabun mata, karena membaca melatih dan mengaktifkan otot-otot mata.

4.      Membaca mencegah kepikunan karena melibatkan tingkat konsentrasi lebih besar, mengaktifkan, dan menyegarkan pikiran.

5.      Kegemaran membaca membantu meningkatkan kecerdasan, serta meningkatkan daya kreativitas dan imajinasi.

6.      Membaca membantu memperbaiki rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan memanajemen emosi, dan meningkatkan kemampuan melakukan interaksi sosial positif di mana pun dan kapan pun.

7.      Membaca membentuk karakter dan kepribadian, sampai-sampai ada pepatah yang mengatakan, “Apa yang kita baca sekarang, seperti itulah kita 20 tahun yang akan datang”.

8.      Membaca menjadikan kita lebih dewasa, lebih arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan.

Membaca adalah kegiatan yang sarat manfaat dan sangat penting dalam kehidupan kita. Banyak orang sukses dan cerdas karena kecintaan mereka membaca buku dan belajar. Oleh sebab itu tingkatkan intensitas membaca terutama di waktu senggang Anda, dan berikut ini adalah beberapa hal menarik untuk membangkitkan semangat membaca.

1.      Sesuaikan tingkat bacaan dengan tingkat kosa kata, sebab keengganan meneruskan bacaan seringkali dikarenakan kita sulit memahami arti katanya.

2.      Luangkan waktu secara rutin untuk membaca (misalnya setengah jam per hari) karena langkah ini lambat laun akan meningkatkan kemampuan memahami berbagai gaya tulisan dan kosa kata baru.

3.      Mencoba menulis tentang apa pun yang dianggap menarik, misalnya tentang perasaan, pengalaman, cara memandikan kucing, menanam pohon, membuat kue, dan lain sebagainya. Mencoba menulis akan meningkatkan minat membaca.

4.      Berusaha menggunakan waktu untuk membaca dengan selalu membawa bahan bacaan di mana pun berada. Simpan buku atau majalah dalam tas, ruang keluarga atau tempat yang sering Anda gunakan, sehingga memungkinkan Anda menjangkau dan membaca.

5.      Tentukan berapa banyak buku yang ingin Anda baca dalam kurun waktu tertentu. Mulailah memasang target dengan disiplin tinggi, karena langkah ini melatih kemampuan meluangkan lebih banyak waktu untuk membaca lebih banyak hal.

6.      Buatlah daftar buku yang sudah Anda baca dan catatan isi buku tersebut. Simpanlah catatan tersebut dengan rapi di tempat favorit Anda, misalnya di buku harian, di komputer, di lemari, dan lain sebagainya.

7.      Matikan televisi, karena televisi tidak mengajak kita aktif belajar dan berpikir kreatif. Daripada waktu terbuang untuk memindah channel televisi mencari acara televisi yang bagus, bisa jadi waktu tersebut sudah cukup banyak untuk menyelesaikan membaca sebuah buku.

8.      Bergabunglah dengan kelompok baca, di mana dalam periode tertentu para anggotanya berkumpul untuk mendiskusikan topik bacaan yang telah sama-sama tentukan sebelumnya. Berkomitmen terhadap kelompok baca memberikan momentum yang lebih besar untuk menyelesaikan bacaan buku, dan menciptakan forum yang luar biasa untuk berdiskusi dan bersosialisasi seputar tema buku.

9.      Sering-seringlah mengunjungi toko buku atau perustakaan, karena kesempatan melihat-lihat buku akan melatih mental membaca sebagai kebutuhan dan menginspirasi banyak hal baru yang menarik untuk dibaca.

10.  Bangunlah strategi, yaitu dengan menentukan sendiri cara yang baik menurut Anda untuk meningkatkan aktivitas membaca, sehingga Anda semakin rajin membaca dan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari buku yang Anda baca.

Kembangkan terus minat baca Anda, karena membaca dapat meningkatkan kemampuan, terutama kemampuan untuk menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana. Tingkatkan intensitas membaca dengan memanfaatkan waktu luang semaksimal mungkin untuk membaca. Membaca merupakan salah satu investasi yang baik dari waktu kita.

2.3 Proses Membaca dan Periode Membaca

2.3.1 Proses Membaca

Menurut beberapa ahli ada beberapa model pemahaman proses membaca, di antaranya model bottom-up, top-down, dan model interaktif. Model botton-up menganggap bahwa pemahaman proses membaca sebagai proses decoding yaitu menerjemahkan simbol-simbol tulis menjadi simbol-simbol bunyi. Pendapat itu menurut Harjasujana (1986: 34) sama dengan pendapat Flesch (1955) yang mengatakan bahwa membaca berarti mencari makna yang ada dalam kombinasi huruf-huruf tertentu. Begitu juga menurut pendapat Fries (dalam Harjasujana, 1986: 34) bahwa membaca sebagai kegiatan yang mengembangkan kebiasaan-kebiasaan merespon pada seperangkat pola yang terdiri atas lambang-lambang grafis. Pendapat-pendapat di atas ternyata ditentang oleh Goodman (dalam Cox, 1998: 270) yang menyatakan bahwa membaca sebagai proses interaksi yang menyangkut sebuah transaksi antara teks dan pembaca. Pembaca yang sudah lancar pada umumnya meramalkan apa yang dibacanya dan kemudian menguatkan atau menolak ramalannya itu berdasarkan apa yang terdapat dalam bacaan, membaca seperti itu disebut model top-down.
Kedua pendapat yang menyatakan model bottom-up dan model top-down akhirnya dipersatukan oleh Rumelhart dengan nama model interaktif. Rumelhart (dalam Harris dan Sipay, 1980: 8) menyatukan dua pendapat itu dengan alasan bahwa proses belajar membaca permulaan bergantung pada informasi grafis dan pengetahuan yang berada dalam skemata. Membaca merupakan suatu proses menyusun makna melalui interaksi dinamis di antara pengetahuan pembaca yang telah ada dan informasi itu telah dinyatakan oleh bahasa tulis dan konteks situasi pembaca.

Burns, dkk. (1996: 6) menyatakan bahwa aktifitas membaca terdiri atas dua bagian, yaitu proses membaca dan produk membaca. Dalam proses membaca ada sembilan aspek yang jika berpadu dan berinteraksi secara harmonis akan menghasilkan komunikasi yang baik antara pembaca dan penulis. Komunikasi antara pembaca dan penulis itu berasal dari pengkonstruksian makna yang dituangkan dalam teks dengan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Lebih lanjut Burns, dkk. (1996:8) mengemukakan sembilan proses membaca tersebut yaitu:

(1)   mengamati simbol-simbol tulisan,

(2)   menginterprestasikan apa yang diamati,

(3)   mengikuti urutan yang bersifat linier baris kata-kata yang tertulis,

(4)   menghubungkan kata-kata (dan maknanya) dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dipunyai,

(5)   membuat referensi dan evaluasi materi yang dibaca,

(6)   mengingat apa yang dipelajari sebelumnya dan memasukkan gagasan-gagasan dan fakta-fakta baru,

(7)   membangun asosiasi,

(8)   menyikapi secara personal kegiatan/tugas membaca sesuai dengan interesnya,

(9)   mengumpulkan serta menata semua tanggapan indera untuk memahami materi yang dibaca.

2.3.2 Periode Membaca

Ada tiga periode dalam membaca yaitu sebagai berikut:

1.      Prabaca

Menurut Burns, dkk. (1996: 224) siswa akan terdorong memahami keseluruhan materi jika para guru membiasakan kegiatan membaca dengan aktivitas prabaca, saatbaca, dan pascabaca. Tahap-tahap membaca itu tidak sama prosedurnya. Tahap prabaca berbeda dengan tahap saat-baca dan pascabaca sebab tahap-tahap itu memerlukan teknik pembelajaran yang berbeda pula.

Aktivitas pada tahap prabaca sangat berguna bagi mahasiswa untuk membangkitkan pengetahuan sebelumnya. Aktivitas tersebut menurut Burns, dkk. (1996:224) bisa berupa membuat prediksi tentang isi bacaan, dan menyusun pertanyaan tujuan. Adapun Moore (1991: 22) menyarankan kepada siswa agar pada prabaca, siswa menganalisis judul bab, subjudul, gambar, pendahuluan yang dilanjutkan dengan menyusun pertanyaan. Leo (1994: 5) mempertegas pendapat Moore bahwa sebelum kegiatan membaca, siswa mensurvei judul bab supaya bisa mengembangkan membaca secara efektif ,dan bisa mengatur waktunya secara fleksibel.

2.      Saat-baca

About these ads

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: